Kesendirianku membuat aku belajar. Belajar mengerti bahwa masa lalu dan kini itu berbeda. Aku tak bisa terus-menerus larut dalam kesedihan. Karena toh semuanya berawal dari ulahku sendiri. Menyesal ? sudah pasti. Tapi penyesalan selalu terasa sia-sia ketika semuanya telah menjadi bubur. Apalah dayaku kini? Untuk jatuh cinta lagi terlalu sulit kujalani. Untuk terus-menerus sendiri pun akan membuat aku tersiksa dengan mengingat kenangan.
Entahlah mengapa aku masih bertahan di kota ini. Kota sejuta kenangan. Yang setiap anglenya menyimpan ceritanya masing-masing. Bagaimanapun memori ini tak bisa menghapus ceritanya begitu saja. Pun aku memaksanya, semua akan terasa sia-sia. Semuanya akan tetap tersimpan rapi dalam memori ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar