Rabu, 13 Maret 2013

Penyesalan Yang Terlambat

entah mengapa malam ini mataku tertuju pada pesan singkat terakhirmu dalam sebuah jejaring sosial. Ya,itu memang pesan terakhir yang kamu kirim untukku setelah sekian lama kita tak pernah bertatap wajah.kadang aku bertanya? mengapa penyesalan dan kesadaran selalu datang di akhir?
mengapa aku baru sadar bahwa sayang yang kumiliki tulus bukan hanya sekedar cinta monyet ! bodohnya aku kini kamu telah pergi jangannya untuk mengingat untuk sekedar menyapa pun tak pernah.begitu mudahkah melupakan? aku tak peduli kamu masih mencintai aku atau tidak sudah terlalu lama aku tak menatap wajah teduhmu.Aku merindukanmu.
bagaimanakah caranya mengungkap kerinduan? hampir setiap malam rasa rindu itu muncul dan aku gak pernah tau dia datang dari mana pun cara menghilangkannya.
untuk bicara langsung? ah itu hanya akan memperdalam luka.aku bisa tebak apa yang kamu katakan nanti jika aku ungkap semua langsung "campah"
untuk menahan? yaa mungkin sekarang lagi trennya cinta dalam diam tapi aku udah terlalu sabar mungkin hingga detikm ini masih bertahan.
kau katakan aku bodoh? ah aku tak peduli katamu atau orang orang.
inilah kenyataan kini aku selalu mengalami flashback masa lalu tanpa pernah berharap kamu kembali aku hanya ingin didengar yaa didengar bahwa aku merindukanmu seseorang di masa lalu sungguh aku rinduu canda tawa kita :')

Jumat, 08 Maret 2013

aku jujur

Kesendirianku membuat aku belajar. Belajar mengerti bahwa masa lalu dan kini itu berbeda. Aku tak bisa terus-menerus larut dalam kesedihan. Karena toh semuanya berawal dari ulahku sendiri. Menyesal ? sudah pasti. Tapi penyesalan selalu terasa sia-sia ketika semuanya telah menjadi bubur. Apalah dayaku kini? Untuk jatuh cinta lagi terlalu sulit kujalani. Untuk terus-menerus sendiri pun akan membuat aku tersiksa dengan mengingat kenangan.

Entahlah mengapa aku masih bertahan di kota ini. Kota sejuta kenangan. Yang setiap anglenya menyimpan ceritanya masing-masing. Bagaimanapun memori ini tak bisa menghapus ceritanya begitu saja. Pun aku memaksanya, semua akan terasa sia-sia. Semuanya akan tetap tersimpan rapi dalam memori ini.