Senin, 30 Desember 2013

30 Desember 2013

Malam ini, dengan bintang yang enggan menampakkan dirinya. Kau tau ? Entah telah berapa ribu doa kutasbihkan untuk dirimu.  ribuan kali pula kenangan-kenangan masa lalu menari indah berputar-putar dipelupuk mataku. Aku mungkin perempuan labil yang sulit melupakan masa lalu, padahal itu begitu mudah buatmu. Dulu aku tak pernah memaksa perasaan ini datang untuk menembus ruang kosong di hatiku,
sekarang aku pun tak bisa memaksa diriku sendiri untuk benar-benar membuat otak ku lupa akan sebersit rasa cinta yang pernah ada. Mungkin aku perlu banyak menjadi air yang tetap mengalir tenang walau punya luka yang amat dalam. Atau belajar menjadi angin yang berhembus kencang saat hujan ?

Senin, 20 Mei 2013

terhitung hari ini

Terhitung dari hari ini....
ya hari ini..
Aku berhenti berharap
Aku berhenti menunggu
Aku berhenti mengusikmu
aku nggak akan maksa kamu buat jadi temen aku
Dan,terhitung dari hari ini
 akuu akan memulai mencintaimu dalam diam
aku memulai merindukanmu dalam sepi
aku memulai bertahan dengan rasa ini
tanpa kamu mengetahui
aku akan selalu mendoakan kamu :)

Senin, 15 April 2013

Bolehkah?

Bolehkah aku merindukanmu?
Jika boleh, aku akan menitipkan rindu ini pada hembusan angin
Bolehkah aku tahu kabarmu?
Jika boleh, aku akan menuliskan jutaan tanyaku di atas daun kering yang terbawa oleh hembusan angin
Bolehkah aku melihat senyummu?
Jika boleh, aku akan memandang embun di atas daun kering, berharap embun akan memantulkan senyummu
Bolehkah aku melukis wajahmu?
Jika boleh, aku akan melukismu dengan warna mentari yang terpantul oleh embun
Bolehkah aku merasakan hangatmu?
Jika boleh, aku akan merentangkan tangan dan merasakan hangatnya mentari hingga ke hatiku
Bolehkah aku mendengar suaramu?
Jika boleh, aku akan meminta hujan berbisik menghibur hatiku
Bolehkah aku selalu tersenyum padamu?
Jika boleh, aku akan menyembunyikan tangisku dalam tetesan hujan yang turun pagi ini
Bolehkah aku meminta semua itu darimu?

Sabtu, 06 April 2013

semuanya butuh penghargaan.
ya judul itu sudah cukup untuk membuat anda mengerti bahwa hal sekecil apapun butuh penghargaan.
mungkin anda membenci saya ataau menghindari saya?
sudahlah bukankah kita berteman? aku pun bisa lelah menjadi ramah jika ramahku tak dihargai.
apa perlu aku balas semua perlakuan kamu? tapi maaf aku bukan pendendam aku lebih suka diam dan menjadikannya seolah biasa saja

Rabu, 13 Maret 2013

Penyesalan Yang Terlambat

entah mengapa malam ini mataku tertuju pada pesan singkat terakhirmu dalam sebuah jejaring sosial. Ya,itu memang pesan terakhir yang kamu kirim untukku setelah sekian lama kita tak pernah bertatap wajah.kadang aku bertanya? mengapa penyesalan dan kesadaran selalu datang di akhir?
mengapa aku baru sadar bahwa sayang yang kumiliki tulus bukan hanya sekedar cinta monyet ! bodohnya aku kini kamu telah pergi jangannya untuk mengingat untuk sekedar menyapa pun tak pernah.begitu mudahkah melupakan? aku tak peduli kamu masih mencintai aku atau tidak sudah terlalu lama aku tak menatap wajah teduhmu.Aku merindukanmu.
bagaimanakah caranya mengungkap kerinduan? hampir setiap malam rasa rindu itu muncul dan aku gak pernah tau dia datang dari mana pun cara menghilangkannya.
untuk bicara langsung? ah itu hanya akan memperdalam luka.aku bisa tebak apa yang kamu katakan nanti jika aku ungkap semua langsung "campah"
untuk menahan? yaa mungkin sekarang lagi trennya cinta dalam diam tapi aku udah terlalu sabar mungkin hingga detikm ini masih bertahan.
kau katakan aku bodoh? ah aku tak peduli katamu atau orang orang.
inilah kenyataan kini aku selalu mengalami flashback masa lalu tanpa pernah berharap kamu kembali aku hanya ingin didengar yaa didengar bahwa aku merindukanmu seseorang di masa lalu sungguh aku rinduu canda tawa kita :')

Jumat, 08 Maret 2013

aku jujur

Kesendirianku membuat aku belajar. Belajar mengerti bahwa masa lalu dan kini itu berbeda. Aku tak bisa terus-menerus larut dalam kesedihan. Karena toh semuanya berawal dari ulahku sendiri. Menyesal ? sudah pasti. Tapi penyesalan selalu terasa sia-sia ketika semuanya telah menjadi bubur. Apalah dayaku kini? Untuk jatuh cinta lagi terlalu sulit kujalani. Untuk terus-menerus sendiri pun akan membuat aku tersiksa dengan mengingat kenangan.

Entahlah mengapa aku masih bertahan di kota ini. Kota sejuta kenangan. Yang setiap anglenya menyimpan ceritanya masing-masing. Bagaimanapun memori ini tak bisa menghapus ceritanya begitu saja. Pun aku memaksanya, semua akan terasa sia-sia. Semuanya akan tetap tersimpan rapi dalam memori ini.